Wisata

18 April 2016 08:50:02 WIB

1. Grojogan Lepo

Ledok Pokoh atau lepo menjadi destinasi baru berwisata seru. Serupa Erawan Falls di Thailand, Air Terjun Lepo memiliki 3 air terjun dan 4 kolam alami yang bisa digunakan untuk berenang atau sekedar bermain air hingga lupa waktu.

Cahaya matahari hanya bisa mengintip dari sela-sela pepohonan yang masih rimbun di musim peralihan ketika sampai di Dusun Pokoh 1, lokasi Air Terjun Lepo berada. Lepo merupakan kependekan dari Ledok Pokoh yang berarti lembah di Dusun Pokoh. Mengikuti jalanan menurun dan bersemen, akhirnya kami sampai di lokasi air terjun sekaligus pemandian alami di pelosok Dlingo ini. Terlihat beberapa remaja dan anak-anak asyik berenang dengan pelampung sambil bercanda dan sesekali melompat dari batu besar di tepi kolam. Tak ingin mengganggu keasyikan mereka, kami berjalan menuju kolam di bagian bawah yang lebih sepi.

Air terjun Lepo memang tak hanya memiliki satu kolam alami untuk berenang dan bermain air. Sekilas Lepo sangat mirip dengan Erawan Falls di Erawan National Park, Thailand. Ada 4 tingkat kolam alami yang dihubungkan oleh 3 air terjun di tempat wisata yang mulai dikembangkan tahun 2013 ini. Masing-masing kolam alami memiliki kedalaman yang beragam. Kolam pertama yang kami lihat ketika sampai tempat wisata ini kedalamannya mencapai 2 meter. Di kolam inilah remaja maupun orang dewasa biasanya berenang.

2. Gunung Pasar

Sebuah tempat bersejarah dalam khasanah kerajaan Mataram. Karena disinilah tempat bertemunya Ki Ageng Giring disaat mengejar Ki Ageng Pemanahan setelah meminum degan lambang wahyu keprabon kerajaan Mataram. Disaat Ki Ageng Pemanahan setelah sekian lama menunggu realisasi hadiah Raja Pajang atas kemampuannya menaklukan Kraton Jipang Panolan yang dipegang Arya Penangsang. Ki Ageng Pemanahan  bersama putranya Suto Wijoyo dan Ki Penjawi bahu membahu melaksanakan tugas tersebut dan atas jasanya  diberi tanah merdikan Alas Mentaok.

Disaat akan  membuka alas mentaok diberi nasehat Sunan Kalijogo bahwa wahyu keprabon jawa berada di daerah Sodo Giring. Barang siapa yang bisa meminum kelapa Muda sekali teguk/sakdegan dari pohon kelapa gading yang tingginya digambarkan apabila seekor burung gagak hinggap di pohon itu akan terlihat kecil seperti burung emprit sehingga disebut pohon kelapa gading gagak emprit.

Ki Ageng Giring sudah mendapat kelapa muda tersebut, namun karena belum haus tidak mungkin dia mampu meminum air kelapa muda tersebut sakdegan/ sekali tenggak untuk itu dia pergi ke ladang  untuk bekerja dulu nanti setelah  haus maka akan dapat menghabiskan air degan tersebut.

Disaat Ki Ageng Giring tidak berada dirumah tersebut konon hadirlah Ki Pemanahan dirumah Beliau. Karena perjalanan jauh terasa haus maka diminumlah Kelapa Muda yang akan diminum Ki Ageng Giring nanti sekali tenggak (sakdegan)

Betapa kagetnya ketika kelapa degan Gading yang telah dipersiapkan untuk diminum sekembalinya dari ladang  sudah tidak ada. Ki Ageng Giring bertanya kepada istrinya tentang keberadaan degannya. Oleh istrinya diceritakan semua kejadian disaat Ki Ageng Giring ke kali tadi. Betapa kecewanya Ki Ageng Giring karena degan itulah sebagai wahyu keprabon yang barang siapa meminumnya maka anak turunnya akan menjadi raja di tanah jawa. Sedang Nyi Ageng tidak tahu akan hal itu sehingga diijinkanya Ki ageng pemanahan untuk meminum degan tersebut.

Dengan bergegas Ki ageng Giring Menyusul Ki Ageng pemanahan yang telah kembali ke Alas mentaok. Dan di puncak gunung yang terletak di Dusun Koripan, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul ki Ageng Giring mampu menyusul Ki Ageng Pemanahan. Kiageng Giring berembug untuk kamulyaning Anak turun mereka. Sehingga layaknya tawar menawar kekuasaan bagai di pasar, dan puncak gunung itulah sekarang dikenal dengan GUNUNG PASAR, karena alkisah dahulu kala setiap pagi hari di gunung itu selalu  terdengar suara gemuruh bagai  pasar namun setelah di dekati tidak ada sesuatu.

 

3. Seboratu

Seboratu adalah sebuah Destinasi Wisata baru dengan exoticme pemandangan alam puncak perbukitan seribu gunung dataran tinggi yang ada dibantul, yang menawarkan 4 Pilar/komponen dalam wisata lestari alam pedesaan yang meliputi :

a. Wisata Lestari Alam Pedesaan ( tour n travel agensi , kuliner, homestay, meeting room)

b. Pendidikan ( Edukasi Sains, edukasi seni budaya dan adat, seni kuliner,edukasdi lingkunghan hidup )       

c. Pemberdayan masyarakat Your Live Be Happy

d.Traditional event

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Kalender

Pengumuman

Semua jenis pelayanan di Desa Dlingo Gratis tanpa dipungut biaya

Mbangun Desa

Sandigita IT Android Apps

Sandigita FM

Loading the player...

Lokasi Dlingo

tampilkan dalam peta lebih besar